Suatu hari kawan saya naik motor berboncengan dengan rekannya di daerah sekitar Serang. Seingat dia waktu itu ada operasi lalu lintas, tapi dia lulus karena surat-surat lengkap. Sehabis berhenti, ketika akan melanjutkan perjalanan, ada sesorang yang mendekati dan menepuk pundaknya. Setelah itu plass... ilang memori. Rupanya kawan saya ini kena hipnotis, atau gendam, atau semacamnya.
Inget-inget ketika ada getaran di dada, yang ternyata ada panggilan masuk ke HP yang diset getar. Getaran inilah yang mengagetkannya dan meyadarkannya dari hipnotis. Sadar-sadar, dia lihat sekeliling, ternyata dia tetep sedang berboncengan motor dengan temannya dan hari sudah gelap, sedang digiring naik perahu untuk melewati suatu situ. Dan ternyata nggak cuman satu motor, tapi sekitar empat motor yang pengendaranya terhipnotis, dan mau-mau saja digiring seperti bebek (atau motor bebek). Begitu tahu keadaannya, temen yang sadar duluan ini segera menepuk bahu pengendara-pengendara lainnya. Anehnya tiap yang ditepuk bahunya langsung sadar seperti orang yang bangun tidur akibat dikagetin temennya.
Sang penghipnotis yang kebetulan ada di ujung depan dan belakang barisan tak kuasa menghadang motor-motor yang meloncat keluar barisan mencari selamat secara bersamaan. Untung diantara pengendara ada yang agak kenal daerah itu meski suasana malam-malam. Mereka menyusuri jalan sampai tiba di pom bensin. Di sini mereka menenangkan diri karena pikiran masih kalut.
Kok Bisa Ya Hipnotis berpengaruh sedemikian. Kisah-kisah lain yang sedih maupun yang lucu cukup banyak, apalagi di dunia timur yang kekentalan mistiknya lebih. Bagaimana kehendak seseorang bisa meng-override kehendak orang lain?
Friday, January 23, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment