Sunday, December 28, 2008

Teleportasi

Beberapa waktu yang lalu sempat muncul wacana agar anak sekolah masuk jam 6.30, mereka harus berangkat lebih pagi, sehingga mengurangi kemacetan lalu lintas di pagi hari. Saya sempat berandai-andai seandainya kurikulum sekolah sihir Hogwart di dunia Harry Potter dapat diterapkan di sekolah umum. Jadi anak-anak tinggal ber-apparate dari rumah ke sekolah, atau yang rumahnya agak jauh bisa pake jaringan bubuk-flo melewati tungku perapian (atau lewat nyala kompor gas kali ya), atau bisa juga memanfaatkan port-key yang ada untuk berpindah tempat.

Para pengarang fiksi telah berusaha mengangkat dan kadang mencoba menjelaskan topik ini. Dalam komik Dragon Ball, Sungoku punya ilmu zap! yang dapat memindahkan dirinya ke lain tempat dalam sekezap. Demikian juga dengan film Jumper, yang kisah utamanya memang tentang sekelompok orang yang punya kemampuan untuk 'meloncat' dari satu lokasi ke lokasi tujuan yang dibayangkan dalam pikirannya. Dari visual efek 'meloncat'-nya, film Jumper sepertinya mengikuti Nightcrawler salah satu tokoh yang menakjubkan dalam film X-Men 2, yang digambarkan (dengan letupan-letupan dan sisa asap yang indah) seorang diri mampu menjebol keamanan Gedung Putih Amerika sana.

Dalam film The Prestige, yang berkisah tentang persaingan dua orang pesulap, antara lain dalam menampilkan 'The Transported Man', sebelum memulai triknya, si tokoh Tn Angier membukanya dengan kalimat "Ini hanyalah teknik biasa bagi beberapa penduduk di Asia dan beberapa orang suci di pegunungan Himalaya". Lalu dia menuju sisi kanan panggung, melempar topinya ke udara menyeberangi panggung, masuk sebuah pintu di sisi kanan panggung, lalu dalam sekejab keluar dari pintu di sisi kiri panggung untuk menangkap topi yang tadi dia lemparkan. Penonton bersorak bergemuruh menyaksikan aksi si pesulap. Mereka nggak (mau) tahu si pesulap menggunakan kembaran dalam triknya.

Di dunia timur memang banyak kisah orang-orang sakti yang mempunyai ilmu 'ngringkes-jagat' atau ilmu 'lipat-bumi'. Banyak cerita di tanah jawa (terutama tentang tokoh-tokoh yang agak nyeleneh, di luar main-stream maksudnya) naik haji tidak lewat jalur umum yang ada saat itu (naik kapal). Biasanya kisah ini dibumbui dengan cerita bahwa sang kiai menitipkan sesuatu kepada orang yang naik haji lewat jalur biasa, lalu ketika titipan tersebut disampaikan, ternyata sang penitip sudah sampai lebih dahulu. Konon masih ada kiai-kiai yang sampai sekarang jumatannya di Mekah, padahal waktu sarapan masih di rumah.

Mustahil? Mungkin tidak. Saya membayangkannya seperti keajaiban teknologi listrik yang sudah dapat dipakai oleh masyarakat dalam kegunaan sehari-hari. Ini mungkin tidak akan terjadi jika tidak ada ilmuan listrik yang menciptakan alat-alat yang menerjemahkan kemampuan ajaib ini menjadi lebih sederhana. Kurikulum sekolah dasar mengungkap teknologi di belakang lampu bohlam sehingga cara kerjanya menjadi pengetahuan semua orang. Untuk perangkat-perangkat elektronik yang lebih rumit seperti radio, tape, atau bahkan PC inipun, kebanyakan orang bisa memakluminya, di dalamnya banyak kabel dan berbagai komponen kecil-kecil yang mengolah sinyal listrik. Mungkin kuncinya harus ada ilmuwan yang membagi ilmunya ke masyarakat luas.

Khasanah muslim mempunyai sumber kisah teleportasi yang indah, dengan latar belakang kisah nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis.
Dalam QS 27:38-40 disebutkan :

38. Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."

39. Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."

40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."

Dari kisah di atas, seorang ilmuwan masa lampau kemampuannya bahkan melampaui Jin Ifrit yang cerdik. Apakah ini dokumentasi eksplisit dilakukannya teleportasi di dunia ini di masa itu, sebagai hasil suatu ilmu, bukan sebagai mukjizat yang tidak terjelaskan?

PC for Gaming

Adik saya mo beli PC buat ngerjain tugas kuliah yang bisa njalanin NetBean 6, dan juga untuk -- terutama -- main game. Setelah dua hari surfing nyari-nyari info mengenai PC untuk bermain Game, dengan bajet di bawah 5 juta, akhirnya saya sampai pada spesifikasi sebagai berikut (harga dari rakitan.com).

SPARE PARTS DESKRIPSI QTY TOTAL (RP)
AMD Processor Phenom X4 9550 1pc 1.592.000,-
DDRam 2 V-GEN 2Gb PC 6400 1pc 226.000,-
Harddisk 3.5" Seagate 160Gb SATA-II 2Mb 1pc 480.000,-
Mb AMD AM2 Biostar TA790GX 128Mb A2+ 1pc 1.124.000,-
(Amd 790GX,5200,D2 1066,V,Pcx)
Casing Simbadda SIM-Cool 430W 1pc 494.000,-
DVD-RW LG 22x (box) Sata 1pc 264.000,-
Keyb.& Mouse Simbadda KB 900+Opt Mouse 1pc 99.000,-
GRAND TOTAL 4.279.000,-

Prosesor dipilih dari CPU chart dari CPU Benchmark. Seri Phenom X4 (4 core) adalah generasi revisi B3 sesudah batch produksi B2 yang masih mempunyai errata / bug TLB (misal seri X4 9500 dan X4 9600).

Untuk menghemat dana, Motherboard yang dipilih yang punya chip grafis yang terintegrasi tapi bisa diupgrade (dengan fitur Hybrid SLI dari nVidia atau Hybrid Crossfire dari ATI) sehingga untuk saat ini sudah mencukupi untuk main game-game baru dengan seting low sampai moderat, tapi bisa diupgrade nanti kalau ada dana lagi. Kalau AMD dan Intel kejar-kejaran di CPU, ATI dan nVidia kejar-kejaran di GPU, termasuk di GPU onboard. Biostar TA790GX 128Mb A2+ memakai chipset terkini 790G yang menyertakan ATI Radeon HD 3300 onboard di tambah memory side-port onboard DDR2 128Mb (versi yang pake DDR3 lebih mahal 400an ribu). Dari benchmark yang ada, chip ini masih dibawah solusi GPU onboard terkini dari nVidia yang mengusung GeForce 9300, tapi saya cari-cari motherboard-nya di lokal nggak ketemu.

Komponen lain dipilih lebih karena pertimbangan praktis dan ekonomis saja. Sisa bajet kalo cukup pengin dibeliin monitor LCD. Tadinya penginnya sih yang bisa HDMI :). Gimana menurutmu San, ada spek yang harus diubah?