Friday, January 23, 2009

Saved by the Bell?

Suatu hari kawan saya naik motor berboncengan dengan rekannya di daerah sekitar Serang. Seingat dia waktu itu ada operasi lalu lintas, tapi dia lulus karena surat-surat lengkap. Sehabis berhenti, ketika akan melanjutkan perjalanan, ada sesorang yang mendekati dan menepuk pundaknya. Setelah itu plass... ilang memori. Rupanya kawan saya ini kena hipnotis, atau gendam, atau semacamnya.

Inget-inget ketika ada getaran di dada, yang ternyata ada panggilan masuk ke HP yang diset getar. Getaran inilah yang mengagetkannya dan meyadarkannya dari hipnotis. Sadar-sadar, dia lihat sekeliling, ternyata dia tetep sedang berboncengan motor dengan temannya dan hari sudah gelap, sedang digiring naik perahu untuk melewati suatu situ. Dan ternyata nggak cuman satu motor, tapi sekitar empat motor yang pengendaranya terhipnotis, dan mau-mau saja digiring seperti bebek (atau motor bebek). Begitu tahu keadaannya, temen yang sadar duluan ini segera menepuk bahu pengendara-pengendara lainnya. Anehnya tiap yang ditepuk bahunya langsung sadar seperti orang yang bangun tidur akibat dikagetin temennya.

Sang penghipnotis yang kebetulan ada di ujung depan dan belakang barisan tak kuasa menghadang motor-motor yang meloncat keluar barisan mencari selamat secara bersamaan. Untung diantara pengendara ada yang agak kenal daerah itu meski suasana malam-malam. Mereka menyusuri jalan sampai tiba di pom bensin. Di sini mereka menenangkan diri karena pikiran masih kalut.

Kok Bisa Ya Hipnotis berpengaruh sedemikian. Kisah-kisah lain yang sedih maupun yang lucu cukup banyak, apalagi di dunia timur yang kekentalan mistiknya lebih. Bagaimana kehendak seseorang bisa meng-override kehendak orang lain?

Dua Tingkat Kehidupan?

Pernah berpikir untuk mengatur denyut jantung anda? Pernah mengamati sel-sel kulit kita yang mati dan mengelupas? Seberapa besar jumlah sel-sel darah yang lahir dan mati di tubuh kita tiap hari? Berapakah umur hidup sebuah sel anggota tubuh kita, apakah selama kita hidup, atau selama kita hidup sel-sel yang menyusun jari kelingking kita sebenarnya telah berganti beberapa generasi?

Dilihat dari tingkat kesederhanaan proses hidupnya, tubuh kita sepertinya memiliki dua tingkat kehidupan. Kehidupan sebagai sel-sel yang sederhana dan kehidupan sebagai makhluk tingkat tinggi yang kompleks. Kita tidak bisa mengendalikan kehidupan sel-sel dalam tubuh kita secara langsung, meski tentu kehidupan sel-sel tersebut sangat terpengaruh pola kehidupan kita. Mekanisme membelah diri, tumbuh (membesar), mati (rusak), oksidan dan anti oksidan, asupan nutrisi, bahkan kesegaran mental (aura) meramu keberlangsungan hidup anggota-anggota terkecil tubuh kita ini. Kalau tubuh tingkat tingginya mati, semua sel-sel juga ikut mati, kecuali sel-sel yang dipisahkan dari sang tubuh dan dipelihara seperti sel-sel darah, jantung atau ginjal yang didonorkan.

Nah, di beberapa film diceritakan bahwa alien punya tiga tingkat kehidupan. Dalam X-Files misalnya, darah alien yang kadang disebut black oil mempunyai tingkat kehidupan sendiri. Digambarkan seseorang yang menemukan gua bekas tambang, di mana disitu pernah dikuburkan jasad alien di masa lalu, tiba-tiba dikagetkan dengan adanya cairan hitam yang merayapi kakinya, merasuk ke bawah kulit dan terus naik hingga ke kepalanya, sehingga bola matanya menjadi hitam sewarna dengan cairan tersebut. Itulah darah alien yang terkubur di situ. Aliennya sendiri telah mati, tetapi darahnya tetap bertahan hidup merembes keluar dari tuannya meresap ke dalam batu-batu, mirip spora-spora yang bisa mengawetkan diri dengan memperkeras dinding kulitnya, untuk selanjutnya bisa hidup normal lagi bila keadaan memungkinkan. Mirip hibernasi, tapi lebih lama.

Sebagai individu sel dia hidup. Sebagai kumpulan sel, dia juga memiliki kehidupan, bisa bertahan hidup, dan selalu mencoba berkembang menjadi makhluk yang bertubuh yang kompleksitasnya lebih tinggi.